BERPIKIR KREATIF


Pengertian Perencanaan Kreatif dan Berpikir Kreatif
BERPIKIR KREATIF
Setiap upaya perencanaan kreatif dalam periklanan selalu didahului dengan proses kreatif daiam arti proses penciptaan ide-ide / gagasan kreatif iklan. Proses ini pada dasarnya adalah proses berpikir kreatif.
Kreativitas seringkali dianggap sebagai sesuatu ketrampilan yang didasarkan pada bakat alam, dimana hanya mereka yang berbakat saja yang bisa menjadi kreatif, Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, walaupun memang dalam kenyataannya terlihat bahwa orang-orang tertentu memiliki kemampuan untuk menciptakan ide-ide baru dengan cepat dan beragam.
Namun demikian, sesungguhnya kemampuan berpikir kreatif pada dasarnya dimiliki semua orang. Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan gagasan-gagasan baru dan orisinil. Bahkan pada orang yang merasa tidak mampu menciptakan ide baru pun sebenarnya bisa berpikir secara kreatif, asalkan dilatih. Untuk itu, perlu diketahui terlebih dahulu mengenai cara berpikir dan cara berpikir kreatif.
Berpikir adalah proses mengolah dan memanipulasikan informasi untuk memenuhi suatu kebutuhan atau memberikan respons. Dalam berpikir seseorang mengolah informasi-informasi yang ada dengan menggunakan lambang-lambang visual, lambang grafis atau lambang verbal.
Berpikir adalah suatu aktivitas mental. Proses berpikir manusia memiliki dua ciri utama, yaitu :
1. Covert / unobservable (tidak terlihat).
Proses berpikir terjadi pada otak manusia dan secara fisik tidak dapat dilihat prosesnya (dalam pengertian pemrosesan informasinya). Sejumlah ahli yang mencoba memantau proses berpikir secara fisik hanya menemukan aktivitas listrik arus lemah dan proses kimiawi pada otak manusia yang sedang berpikir.
Dengan demikian, proses pengolahan informasi tak dapat diamati dan dilihat secara fisik maupun secara kimiawi. Pengolahan makna, baik semantic maupun visual bersifat abstrak sehingga tidak dapat dideteks denan panca indera.

2. Symbolic (melibatkan manipulasi dan penggunaan simbol)
Dalam berpikir, manusia mengolah (memanipulasikan) informasi yang berupa symbol-simbol, (baik symbol verbal maupun visual). Simbol-simbol itu akan memberikan makna pada informasi yang diolah.
Proses berpikir merupakan salah satu rangkaian dalam mekanisme penafsiran terhadap stimuli. Dalam berpikir semua proses kognitif dilibatkan, mulai dari sensasi, persepsi dan memori.
Bagaimana orang berpikir
Secara garis besar, ada dua macam cara berpikir, yaitu cara berpikir autistik dan berpikir realistik. Berpikir autistik seringkali disebut sebagai mengkhayal, melamun atau berfantasi. Dengan berpikir autistik orang melarikan diri dari kenyataan, melihat hidup sebagai gambar-gambar yang fantastic.
Sebaliknya, berpikir realistik disebut sebagai nalar (reasoning), yaitu berpikir secara logis, berdasarkan fakta-fakta yang ada dan menyesuaikan dengan dunia nyata, beserta semua dalil / hukum-hukumnya.
Berpikir realistik dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :
1. Berpikir deduktif
Berpikir deduktif adaiah proses berpikir yang rnenerapkan kenyataan-kenyataan yang berlaku umum kepada hal-hai yang bersifat khusus. Kesimpulan yang dihasilkan dalam berpikir deduktif dimulai dari hal-hal umum menuju hal-hal khusus.
2. Berpikir induktif
Berpikir induktif justru sebaliknya, dimulai dari hal-hal khusus kemudian ditarik kesimpulan secara umum. Kesimpulan yang dihasilkan dalam berpikir induktif merupakan generalisasi dari hal-hal khusus.
3. Berpikir evaluatif.
Berpikir evaluatif adalah dengan menilai baik-buruknya atau tepat-tidaknya suatu gagasan. Dalam berpikir evaluatif, seseorang tidak menambah atau mengurangi gagasan, tetapi menilainya berdasarkan kriteria tertentu.

Tuiuan Berpikir
Paling tidak ada tiga tujuan yang Ingin dicapai melalui berpikir, yaitu :
1. Untuk mengambil keputusan (Decision Making) Decision making memiliki tiga ciri, yaitu :
Keputusannya adalah hasil dari suatu usaha intelektual
Keputusannya melibatkan pilihan dari berbagai alternatif
Melibatkan tindakan nyata

Decision making juga dipengaruhi oleh kualitas pengetahuan yang dimiliki dan motivasi (dorongan untuk berperliaku ke arah tujuan tertentu) serta sikap terhadap obyek yang akan dikenai keputusan.

2. Untuk memecahkan pesoalan (Problem Solving) Problem solving dilakukan meiaiui enam tahap, yaitu :
Identifikasi masalah
Menggali ingatan
Memahami situasi
Mencari jawaban dan kesimpulan
Mencoba dengan penyelesaian rnekanis (trial & error)
Menemukan pemecahan masalah (insight solution)

Problem solving juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ;
Faktor personal
Faktor situasional (mudah-sulitnya masalah, masalahnya baru sekali dihadapi -sudah terbiasa, penting-kurang pentingnya masalah, kompleks – sederhananya masalah)
Faktor sosio-psikoiogis (motivasi, kebiasaan, emosi, sikap, dsb)

3. Untuk menciptakan gagasan baru (Create Ideas) Berpikir kreatif memiliki paling tidak dua sifat, yaitu :
Melibatkan / menghasilkan respons atau gagasan baru
Bersifat orisinal
Salah satu ciri berpikir kreatif adalah digunakannya pola berpikir divergen, yaitu dengan menghasilkan sejumlah kemungkinan (alternatif). Pola berpikir divergen dapat diukur dari ciri-cirnya, yaitu :
Fluency
Flexibility
Originality

Dalam proses berpikir kreatif, terdiri dari lima tahap, yaitu :
Orientasi (perumusan masaiah)
Preparasi (mengumpulkan informasi yang relevan)
Inkubasi (istirahat sebentar untuk mengendapkan masaiah dan informasi yang diperoleh)
iluminasi (mendapat ilham)
Verifikasi (menguji dan menilai gagasan yang diperoleh)

Faktor – faktor vang mempengaruhi berpikir kreatif:
Kemampuan kognitif (kecerdasan, kemampuan menciptakan gagasan baru dan fleksiblitas kognitif).
Sikap yang terbuka (bisa menerima hal-hal baru, unik taua tidak biasa).
Sikap yang bebas, otonom (tidak terikat oleh konvensi)
Percaya diri sendiri

Iklan