INISIATIF: KUNCI SUKSES SEORANG PEMIMPIN


Inisiatif (INT)
Definisi:
Inisiatif (Initiatif) merujuk kepada:
1) identifikasi masalah, hambatan atau peluang dan
2) mengambil tindakan untuk menjawab masalah atau peluang saat ini atau masa datang. Dengan demikian, inisiatif dapat dilihat dalam konteks bertindak proaktif dan bukan sekedar berpikir tentang suatu tindakan di masa datang.
Indikator Perilaku:
-1. Hanya memikirkan masa lalu
Melewatkan peluang atau tidak mengambil tindakan atas peluang yang sangat jelas ada.
0. Tidak tampak atau tidak mengambil tindakan
1. Bertindak atas peluang saat ini untuk mengatasi hambatan
Mengidentifikasi dan melakukan tindakan atas peluang yang ada.
Mengatasi hambatan yang muncul.
Melakukan sesuatu tanpa diminta dan menyelesaikannya hingga tuntas.
2. Bertindak cepat dalam situasi kritis atau tanpa informasi yang lengkap
Mengambil keputusan dengan sigap.
Melakukan tindakan dalam keadaan krisis tanpa harus menunggu perintah.
Menyampaikan informasi yang kunci tanpa diminta.
3. Mengantisipasi masalah dan menciptakan peluang
Mengantisipasi masalah yang mungkin muncul dalam kurun waktu 12 bulan mendatang dan mengambil tindakan untuk mencegahnya.
Melihat dan atau menciptakan peluang sampai 12 bulan mendatang dan mengambil tindakan proaktif untuk mewujudkannya.
4. Bertindak dengan orientasi jangka panjang
Berpikir dengan orientasi jauh ke depan, lebih dari 1 tahun dan mengidentifikasi peluang dan rintangan yang mungkin muncul dan mengambil tindakan yang sesuai.
Mengenali peluang dan melakukan pendekatan untuk merealisasinya.
Salah satu faktor yang menentukan sebuah kesuksesan adalah inisiatif. Seorang pemimpin yang berinisiatif tidak akan menunggu sampai sesuatu terjadi; ia ikut andil dalam membuat sesuatu terjadi. Ia tidak tinggal diam, melainkan melakukan sesuatu. Itulah salah satu alasan mengapa beberapa orang memilih untuk mengikuti pemimpin. Salah satu nilai penting yang harus dimiliki oleh pemimpin adalah inisiatif.
Inisiatif jelas merupakan sebuah kualitas dasar kepemimpinan. Dengan mengambil inisiatif untuk berdiri ia sudah menjadi seorang pemimpin. Tidak peduli ia memimpin dengan baik atau dengan buruk, ia adalah pemimpinnya. Inisiatif adalah salah satu tanggung jawab besar dalam kepemimpinan. Tentu saja, setiap orang harus berinisiatif.

Melakukan Inisiatif
“Ya, gue cari jalan lain.”
— Benyamin Sueb dalam `Lampu Merah’
NAMANYA juga orang baru, sudah tentu banyak hal yang dia tidak tahu. Alkisah, seorang manajer baru masuk kantor tepat di hari pertamanya. Bukan sambutan hangat yang dia terima, tapi masalah yang dia dapat. Pagi-pagi sekali, saat hendak membuang hajat ke jamban, dia langsung dikejutkan oleh air yang menggenang hingga ke lantai.
Si manajer baru yang ternyata polos, tidak bisa berbuat banyak. Dia langsung balik kanan dan masuk ke kamar direktur utama. Hmm, tentu saja aneh bin ajaib. Coba tebak apa yang akan dia lakukan? Sekadar menyapa sang bos lalu basa-basi sebentar, atau hal yang ingin dia sampaikan?
Ternyata nomor dua yang diambil. Namun sungguh di luar dugaan. Kepada direktur utama, orang paling tinggi jabatannya di Perfect Courier di Brooklyn, New York, si manajer baru melaporkan soal toilet bocor tersebut. Kepada Norm Brodsky, Direktur Utama perusahaan itu, si manajer bertanya apa yang harus dilakukannya dan siapakah yang harus bertanggung jawab dengan masalah tersebut. Naif sekali memang, tapi itulah yang terjadi.
Mendapat laporan dari orang baru itu, Brodsky segera berdiri. Dia bergegas menuju gudang, mengambil lap dan ember dan masuk ke kamar mandi. Si manajer lugu itu mengikutinya. Brodsky pun berlaku sebagai petugas kebersihan. Dia mulai membersihkan toilet yang bocor tanpa memperhatikan sang manajer baru yang melihat dengan penuh kebingungan. Setelah selesai, Brodsky pun buka suara. ”Itulah yang harus kita lakukan di sini jika toilet banjir. Lain kali, kamu harus melakukannya sendiri,” ujarnya. Lembut sekali, namun terasa menohok di dada.
Inisiatif, kata yang sangat akrab di telinga. Di kala semua pintu sudah tertutup, pada saat itulah inisiatif dibutuhkan. Seekor tikus yang dikejar kucing dapat lolos karena si tikus mampu mendapatkan jalan yang tak pernah diduga. Satu lubang kecil dia temukan ketika semua jalan sudah tertutup. Lewat lubang itulah dia terselamatkan. Insting, naluri, bisa jadi berdekatan dengan inisiatif.
Semestinya si manajer itu punya akal atau cara lain untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Insting atau nalurinya harus dipakai untuk sekadar mengepel dan membersihkan lantai, tapi nyatanya dia langsung mengalami kebuntuan. Akibatnya, si direktur pun jengkel berat.
Untunglah manajer seperti itu hanya ada di Amerika Serikat. Di negeri sendiri, justru kita bernafas lega. Di Belitung Timur, ada orang namanya Basuki Tjahaya Purnama. Sehari-hari dia dipanggil Ahok. Dia bukanlah orang sembarangan di tempat itu. Jabatannya Bupati alias Kepada Daerah Tingkat II, untuk periode 2005-2010.
Ahok teramat istimewa. Ketika daerahnya tak memiliki cukup dana untuk memenuhi kebutuhannya, dia tidak lantas mentok akal lalu mengadu pada pemimpin yang lebih tinggi. Tahu apa yang dilakukannya? Pendidikan di daerahnya, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, dia bebaskan dari biaya alias gratis.
Dari mana dia mendapatkan biaya untuk itu? Ini yang luar biasa. Ahok melakukan inisiatif yang sesungguhnya. Dia memotong tunjangan jabatannya. Inisiatif lainnya dia berunding dengan para guru. Hasilnya, dana bantuan operasional sekolah alias BOS dipakainya tidak lagi untuk memperbaiki pagar sekolah tapi dialihkan membiayai pendidikan gratis tersebut.
Kreativitas atau inisiatif pun dilakukan di bidang kesehatan. Lagi-lagi, Ahok memotong sebagian besar tunjangan jabatannya. Orang menjadi sakit karena dia tidak memiliki cukup untuk mencapai standar hidup sehat. Itulah yang ada di kepalanya. Nah, karena itu pula yang menyebabkan para pasien tak bisa datang ke dokter.
Dia pun membebaskan biaya pengobatan pada warganya, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit di Pangkal Pinang, Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan cara itu, pasien puskemas meningkat sampai 300 persen dari 20 orang menjadi 60 orang per hari.
Dua cerita itu jelaslah betapa inisiatif merupakan hal penting bagi siapa pun dan di mana pun. Inisiatif yang keluar dari tindakan seseorang akan menentukan kualitas manusia itu sendiri. Alangkah kacaunya bila semua keputusan, apalagi dalam sebuah keadaan yang genting, harus menunggu perintah dari atasan, dengan alasan tidak ingin dianggap salah.
Dalam pekerjaan dan kehidupan yang kita jalani, diperlukan tindakan inisiatif. Inisiatif perlu dilakukan tanpa harus menunggu dahulu apa yang harus dilakukan dan siapa yang harus melakukan. Pada akhirnya, apa pun inisiatif yang dilakukan seseorang, akan sangat berguna bagi kebanyakan orang lain. Sekecil apa pun tindakan yang dilakukan, sudah jelas akan menghasilkan manfaat yang luar biasa. Selain itu, dengan berinisiatif, menunjukkan sebuah keberanian untuk bertindak.

Iklan