4 Tipe Pencari Kerja- Anda Termasuk Yang Mana?


Menurut John Liptak, pencari kerja digolongkan menjadi 4 tipe. Apa saja keempat tipe tersebut? Apa kelebihan dan kekurangannya? Silakan simak di bawah ini. Mudah-mudahan menambah wawasan Anda yang saat ini sedang mencari pekerjaan.

1. Tipe Aktif

Dia adalah orang yang senang berkompetisi, senang jika berada dalam tekanan pekerjaan, dan merasa tertantang dengan pekerjaan atau tugas yang rentan stres. Dia juga senang melakukan pekerjaan yang berisiko.

“Orang yang masuk dalam tipe ini adalah orang yang aktif dan percaya diri pada apa yang dilakukannya. Dia juga akan tetap fokus pada suatu pekerjaan sampai benar-benar menyelesaikannya,” ujar Liptak.

Dalam proses mencari kerja, orang dengan tipe ini sangat lihai mempromosikan dirinya sendiri. Dia selalu aktif memantau lowongan pekerjaan yang ada, pintar membangun network, dan gemar menonjolkan keahlian serta pengalamannya.

Si aktif juga tergolong agresif dalam mencari pekerjaan. Dia tak ragu untuk menelepon orang yang memiliki wewenang dalam proses pencarian orang atau karyawan. Kelemahan dari tipe ini, mereka cenderung tak sabar jika mencari kerja. Saat proses wawancara pun mereka kerap terlalu percaya diri hingga lupa mendengarkan apa yang disampaikan pewawancara.

Agar berhasil dalam proses mencari kerja, Liptak menyarankan agar orang dengan tipe ini berhati-hati dengan rasa percaya dirinya yang berlebihan. Dia harus pandai melihat kapan sifat tersebut menguntungkan situasinya dan mana yang bisa menghancurkan keinginannya mendapatkan pekerjaan tersebut.

Coba juga untuk berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara dan harus lebih tenang dan bersabar saat proses mencari kerja. Jangan lupa juga untuk membuat surat lamaran kerja yang bisa mencerminkan keahlian dan pengalamannya.

2. Tipe Penuh persiapan

Mereka adalah orang-orang yang sangat terorganisir, senang dengan rutinitas, dan cenderung untuk tetap rendah hati.

“Mereka juga cenderung kaku dan sering menganggap perubahan sebagai sesuatu yang bisa membuat mereka lemah. Tapi jika berada dalam situasi yang normal, mereka adalah orang-orang yang bersahabat, hangat, dan sangat ingin sukses dalam karier mereka,” ungkap Liptak.

Saat mencari pekerjaan, tipe ini biasanya cenderung tidak terburu- buru. Jika ada penolakan, mereka juga dengan mudah menerimanya. Saat wawancara kerja, orang seperti ini adalah orang yang menyenangkan, responsif, dan bisa menciptakan suasana wawancara kerja yang menyenangkan.

Sayangnya, si penuh persiapan sering merasa tak percaya diri hingga sulit mempromosikan dirinya sendiri. Dia juga sedikit sulit berlaku aktif dalam proses mendapatkan pekerjaan, seperti menelepon pemberi pekerjaan atau membangun jaringan kerja. Tentu saja mereka harus berlatih untuk melakukan self-marketing, belajar untuk tidak mengatakan “tidak”, belajar membangun network, dan harus melakukan aksi setelah melakukan persiapan matang.

4. Tipe Penuh Semangat

Mereka adalah para “risk-taker”, selalu antusias dengan berbagai hal baru, dan terbuka terhadap perubahan apa pun juga.

Dalam mencari kerja, mereka senang menggunakan segala metode, termasuk menciptakan cara mereka sendiri. Mereka juga sering terlihat karismatik dan penuh antusias saat wawancara kerja. Namun mereka sering kesulitan dalam mengorganisasikan pekerjaan mereka karena gaya mereka yang impulsif dan kurang peduli.

Karena itulah, mereka harus pandai mengontrol sifat impulsif ini, termasuk juga mulai membuat surat lamaran kerja yang profesional dan memperhatikan detail dalam proses pencarian kerja. Terakhir, mereka juga harus terbuka terhadap kritik dan penolakan.

4. Tipe Pemikir

Mereka selalu berpikir logis, perfeksionis, dan terlalu sibuk dengan detail hingga lupa “gambaran utuh” dari sebuah situasi. Dalam proses mencari kerja, mereka adalah orang-orang yang pandai membuat surat lamaran kerja dan penuh persiapan dalam wawancara kerja. Tak heran jika mereka cenderung menggunakan langkah konservatif dalam mencari kerja, misalnya dengan mengirim surat lamaran ketimbang menelepon langsung si pemberi pekerjaan.

Jika ingin berhasil dalam proses mencari pekerjaan, si pemikir harus berusaha untuk mengurangi sifat logisnya dan mencoba untuk lebih percaya pada perasaannya. Dia juga tidak boleh terlalu sinis atau penuh kritik, belajar untuk lebih fleksibel, belajar membangun jaringan, dan jangan terlalu sibuk dengan hal-hal detail hingga melupakan hal yang lebih besar lagi.

Iklan