Spesies Tak Dikenal ==========================================================


Contoh lain yang terkenal adalah “Ebu Gogo”, makhluk manusia kecil (homo floresiensis), yang diperkirakan hidup bersamaan dengan manusia modern. Dan jangan lupa terhadap ras kera raksasa Kongo yang ditemukan akhir dekade lalu, yang memiliki percampuran ganjil antara gorila dan simpanse. Para pemburu lokal menjuluki kera besar ini sebagai “pembunuh singa”, memberikan sebuah indikasi jelas akan keagresifan dan ukuran dari makhluk ini.

Beberapa waktu yang lalu, sebuah spesies hewan baru yang berbentuk aneh telah ditemukan membusuk di pantai Rusia 2006 lalu. Bentuknya seperti buaya raksasa yang dipenuhi bulu. Binatang ini diboyong oleh pihak militer Rusia untuk diselidiki lebih lanjut, akan tetapi keberadaannya saat ini menjadi tanda tanya.

Apa yang masih tertinggal untuk diselidiki
Diantara hewan besar mamalia tersebut, yang ditemukan dalam kurun waktu 1937 hingga 1993, rata-rata muncul spesies baru pada setiap enam tahun. Sejak 1980, meningkat menjadi satu spesies baru setiap dua tahun. Memperpanjang daftar makhluk serangga dan hewan-hewan kecil lainnya yang ditemukan dalam suatu ekspedisi penelitian yang jauh di pedalaman.

Di planet kita bermunculan tempat-tempat yang jarang dijelajahi atau pun belum pernah dijamah sama sekali, seperti Amazon, hutan Siberia atau puncak-puncak tinggi yang tertutup salju, dimana banyak terdapat harta biologis yang tersembunyi, seperti ular, kungkang, binatang pengerat raksasa, Orang Pendek (primata bipedal), Mokele mbembe (makhluk dinosaurus dari kolam dipedalaman Kongo dan sungai Zambeze yang dikatakan masih bertahan dari kepunahan) atau kucing Afrika yang belum terbukti keberadaannya.

Di angkasa pun juga terdapat ratusan burung kecil yang masih belum diakui oleh ilmu pengetahuan. Bahkan spesies bersayap besar masih ditemukan, seperti si legendaris Thunderbird (burung legendaris penduduk Amerika Utara) yang dikisahkan dalam berbagai macam cerita. Pada 2002 dan 2004, didapatkan gambar burung-burung dengan ukuran raksasa terbang melintasi angkasa. Spesies tersebut hingga kini belum terindentifikasi.

Di bumi kita ini, daerah-daerah dan laut-laut yang belum dipetakan, sebenarnya merupakan daerah yang paling diabaikan oleh semua orang. Iptek hanya bisa mengeksplorasi 3 persen dari daerah samudera kita, dan jumlah spesies hayatinya jauh melampaui yang ditemukan di daratan.
Kita bahkan tidak mengetahui makhluk ganjil yang bersembunyi dalam wilayah tak terjamah di kedalaman air. Pelaut membicarakan monster raksasa seperti “Kraken”, yang dikatakan sebagai imajinasi orang dalam perjalanan panjang di laut, atau bisa jadi adalah kenyataan.

Salah satu contoh dari beberapa tahun silam, seorang ilmuwan Jepang sedang mengambil gambar hiu-hiu di dekat Mariana Trench (palung laut yang paling dalam didunia, sekitar 11 km, terletak di sebelah barat laut samudra Pasifik), seekor makhluk yang sangat besar dengan panjang sekitar 200 kaki (60 meter) muncul di monitor dan dengan segera hiu-hiu tersebut lari ketakutan. Para ilmuwan tidak dapat mengidentifikasi makhluk yang misterius tersebut.

Ini adalah salah satu dari sekian banyak contoh kasus pemandangan yang masih terus membingungkan para ahli. Akan tetapi dari kesemua hal ini, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa baik di udara, darat atau pun bawah laut, masih ada banyak legenda untuk ditemukan keabsahannya. (dfz)

Sumber : erabaru.or.id

Iklan