Spesies Tak Dikenal ==========================================================


Staf Museum Nasional Kenya menunjukkan Coelacanth, spesies ikan jaman prasejarah yang diperkirakan oleh ilmuwan telah punah jutaan tahun yang lalu. (SIMON MAINA/AFP/GETTY IMAGES)

(Erabaru.or.id) — Dunia manusia penuh dengan misteri. Mungkin hal ini adalah prinsip mendasar dibalik salah satu cabang ilmu pengetahuan modern yang paling kontroversi saat ini yakni Cryptozoology.

Cryptids, spesies dalam ilmu Zoologi yang keberadaannya masih diragukan, akan tetapi terdapat bukti-bukti solid yang mendukungnya, walau sulit untuk dipahami oleh manusia modern. Makhluk imajinasi (mitos) yang ada selama berabad-abad ini, misalnya Yeti di Himalaya, Big-foot di Amerika dan Naga Lochness di Inggris adalah beberapa contoh yang terkenal. Akan tetapi mereka ini justru sangat ditentang keberadaannya oleh ahli Cryptozoology konservatif.

Kebalikan dengan ide gila ilmuwan gadungan yang mengejar binatang buas khayalan, Cryptozoologis meyakinkan kita bahwa planet bumi ini masih tersembunyi ratusan spesies biologi yang oleh ilmu zoologi dengan sengaja diabaikan. Akan tetapi apakah ini dapat dilakukan dengan mudah? Apakah masih ada tempat-tempat di bumi yang belum diketahui sehingga dapat menjadi tempat bersembunyi makhluk spesies yang tak dikenal oleh ilmu pengetahuan modern?

Jawabannya cenderung “ya”. Ini bukan hanya pengetahuan geografis yang kita miliki saja yang mengatakan demikian, akan tetapi dukungan dari pemikiran yang muncul beberapa tahun terakhir ini serta bermunculannya berbagai spesies yang tidak pernah diketahui sebelumnya, atau dalam banyak kasus, telah muncul sebagai dongeng rakyat.

Tidak ada satu pun pertanyaan atau pernyataan seputar keberadaan Gorila, hingga 1847 secara ilmiah ditetapkan keberadaannya. Sebelumnya, makhluk primata besar ini tergolong legenda yang ada di tanah Angola (Afrika), dan disebut sebagai “Pongo”.

Contoh historis lainnya adalah makhluk fauna planet ini yang diabaikan, Coelacanth (Latimeria chalumnae), sebuah spesies ikan prasejarah yang oleh iptek dinyatakan telah punah jutaan tahun yang lalu, akan tetapi oleh nelayan penduduk asli Manado, Sulawesi, Indonesia, telah diperjualbelikan di pasar tradisional mereka sebagai hidangan (ditemukan oleh pasangan suami istri Arnaz dan Mark, saat berbulan madu di Manado, 18 September 1997).

Begitu juga halnya kasus Okapi (makhluk seperti zebra dan jerapah di Kongo, Afrika), Onza (spesies kucing liar jaman Mesoamerica, bangsa Aztec menyebutnya Nahuat, bangsa Spanyol menyebutnya Lynx), tapir Andean, celeng besar ataupun lemur bambu, adalah sedikit contoh spesies “baru” tersebut.

Mereka dikenal oleh penduduk pribumi di daerah masing-masing, namun diragukan keberadaannya dalam daftar atau dianggap sebagai legenda hingga setelah penemuan resmi diakui para ahli.

Melihat seperti seekor monyet kecil
Kegairahan pencarian spesies yang belum diketahui masih terus berlangsung hingga hari ini. Dalam tiga tahun terakhir ini para ilmuwan telah menemukan hewan karnivora dan pengerat yang telah diperkirakan punah, serta berbagai jenis spesies laut yang keberadaannya hanyalah dugaan semata.

Misalnya penemuan cumi-cumi raksasa pada 2003 lalu, atau pun ubur-ubur raksasa yang disebut Granrojo dalam tahun yang sama.

Setelah terjadi bencana tsunami 2004 lalu, banyak sekali ditemukan spesies ikan yang berharga di Samudra Hindia, dan berbagai macam tumbuhan, burung dan kodok yang ditemukan akhir-akhir ini di wilayah pegunungan Papua.

Iklan