“Cerita Kehidupan Tak Ada Batasnya”


Dulu…

…Ketika ibu sedang mengandung, dia selalu menjaga janin dalam kandungannya agar tetap aman… kemudian disaat seorang bayi lahir kedunia, seorang ibu mengasuhnya, menyusuinya, dan mendidiknya dari lahir, ketika bayi menangis dipagi hari, siang hari, sore hari, bahkan malam hari selama 24 jam, ibu selalu ada, ketika bayi kehausan, ibu selalu ada untuk memberinya minum, ketika bayi kelaparan, ibu selalu ada untuk memberinya makan, ketika bayi mulai beranjak dewasa, yaitu menjadi seorang anak yang sudah wajib sekolah, ibu selalu ada untuk mengantar anaknya pergi sekolah, dan ibu selalu menunggu anaknya keluar dari kelas, ketika seorang anak mulai naik ketahapan berikutnya, seorang anak mulai bisa mandiri tanpa diantar oleh ibu dan setiap seorang anak pulang sekolah, ibunya sudah menunggu anaknya dirumah dan menyambutnya dengan perhatiannya. begitu perhatiannya seorang ibu kepada anaknya, ketika seorang anak mulai ketahap usia selanjutnya, ibu tetap ada… sampai seorang anak itu bisa mulai belajar mandiri dan mulai bisa bekerja dan membangun keluarga sendiri, seorang ibu itu pasti selalu ada untuknya, dan ketika seorang ibu itu mendapatkan cucu dari anaknya, ibu itu pasti selalu ada…

Jika…

…Jika ibu kita seperti itu, maka kita harus bangga sebagai anaknya dan menghargai setiap perhatiannya, jika seorang ibu itu sudah meninggalkan kita dari lahir, dan yang membesarkan kita dari lahir itu adalah ayah kita, maka kita harus bangga kepada ayah kita dan menghargai setiap perhatiannya.

…Jika ibu kita meninggal disaat kita sudah besar, kita harus mengerti akan kasih sayang ayah dan ibu kita yang sudah membesarkan kita dan mendidik kita dari semenjak kita lahir, dan cobalah untuk menghargainya. dan kita wajib mendo’akan mereka.

…Jika kita melakukan kesalahan kepada ayah dan ibu kita, maka minta maaflah, mereka pasti akan memaafkanmu.. akan tetapi jika ayah dan ibu kita melakukan kesalahan, maafkanlah mereka… Alloh SWT itu maha pemaaf, kenapa kita sebagai manusia tidak bisa memaafkan… segeralah menyesali perbuatan kita kepada orang tua kita..

…Jika salah satu orang tua kita atau semuanya sudah tak ada, selalu kirimlah do’a

…Jika kita tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibu kita… berterimakasihlah kepada Alloh SWT… karena kita telah mendapatkan kasih sayangnya dari semenjak kita masih dalam pangkuan Alloh SWT…

…Kita didunia ini lahir bukan tanpa sebab apa-apa, tapi karena kita dibutuhkan… dan atas kasih sayang Alloh SWT…

…Kita punya tugas didunia ini…

Ibu & Ayah…

4 Kalimat untuk kita…

1. Berbuat baiklah kepada Ibumu sebelum beliau dipanggil Alloh SWT…

2. Berbuat baiklah kepada Ibumu sebelum beliau tak bersamamu lagi…

3. Berbuat baiklah kepada Ibumu sebelum beliau tak lagi bisa memberi perhatian dan penjagaan terhadapmu…

4. Berbuat baiklah kepada ayahmu sebelum beliau tak mampu menghidupi kita lagi dan tak mampu ada disamping kita lagi…

“SEBELUM KITA MENYESAL AKAN PERBUATAN KITA TERHADAP ORANG TUA, MAKA CEPATLAH MINTA MAAF DAN BERIKANLAH HARI-HARI YANG BAHAGIA UNTUK MEREKA”

 

Bila kita merasakan kesedihan, maka menangislah

Bila kita merasakan kepahitan, maka bersabarlah

Bila kita merasakan Keterpurukan, maka bangunlah

Bila kita merasakan kegembiraan, maka tertawalah

Bila kita merasakan kebahagiaan, maka tersenyumlah

 

My Note :

Mungkin membahagiakan ayahku, Aku masih bisa…

Akan tetapi, Aku merasa menyesal, ketika aku tidak bisa membahagiakan ibuku sebelum beliau pindah ke alam kedua-nya…

Aku bahagia sekaligus sedih, ketika aku harus ketemu ibu dalam mimpi…

mungkin mimpi itu adalah suatu jalan komunikasi antara aku dan ibuku…

bahkan aku tidak tahu, dan semua orang juga tidak tahu, kemana sebenarnya jiwa manusia itu pergi setelah jasmaninya mati…

semua manusia dibumi ini tidak tahu akan hal itu, manusia hanya percaya dengan keyakinannya masing-masing…

setiap agama didunia ini pasti berbeda-beda dan keyakinannya pun berbeda-beda…

tapi perbedaan itu adalah kekuatan bagi umat manusia untuk tetap bertahan hidup dalam dunia yang fana ini…

 

 

Created By : Asave Putra Noograha

Iklan